Selasa, 07 Februari 2012

HIKMAH MAWARIS

HIKMAH PEMBAGIAN HARTA WARISAN SESUAI DENGAN HUKUM ISAM ( SKL )

1. Dapat Menjalankan ajaran agama islam yang berhubungan dengan pembagian harta warisan, sebagai seorang muslim harus mau melaksanaan perintah Allah dan rasulnya secara tulus dan ikhlas
2. Dapat Mendistribusikan harta warisan secara adil dan merata kepada anggota keluarga yang menjadi ahli waris.
3. Dapat Menghindarkan diri dari perselisihan dan perpecahan akibat perebutan harta warisan

Minggu, 13 November 2011

ilmu tajwid

Tajwid dasar:
1. Makharijul Huruf
2. Shifatul Huruf
3. Ahkamul Huruf
4. Ahkamul Mad wal Qashar
5. Ahkamul Waqaf wal Ibtida’

Nafi’ - Qalun
- Warasy

Ibnu Katsir - Al Bazzy
- Qumbul

Abu ‘Amru - Duri
- Susi

Ibnu ‘Amir - Hisyam
- Ibnu Zakwan

‘Ashim - Syu’bah
- Hafash

Hamzah - Khalaf
- Khalad

Kisa’I - Duri
- Abul Haris


Murattibul Qiraah

1. Tilawah / Mujawad : Yaitu membaca al-Qur’an dengan pelan, sesuai dengan kaedah-kaedah ilmu tajwid, suara dan lagu yang baik serta memahami ma’na ayat, seperti MTQ.

2. Nadar / Tahdir : Yaitu membaca al-Qur’an dengan cepat tanpa mengabaikan ilmu tajwid seperti orang takrir (mengulang hafalan al-Qur’an)

3. Tadwir / Tartil : Yaitu membaca al-Qur’an antara Tilawah dengan hadar,seperti MTQ Cabang Tartil

4. Tahqiq : Yaitu membaca al-Qur’an dengan pelan seperti Tilawah tanpa lagu, seperti anak-anak baru bisa baca al-Qur’an atau seperti muballigh baca al-Qur’an.



Syarat-syarat keberhasilan seorang guru al-Qur’an :
1. Harus memiliki ilmu jiwa anak
2. Harus mampu menguasai local
3. Disiplin, sabar, ikhlas.
4. Menguasai materi ajar meliputi :
a. Makharijul huruf
b. Shifatul huruf
c. Hukum-hukum huruf
d. Ahkamul mad wal qashar
e. Ahkamul waqaf wal ibtida’
f. Al musykilat fil qiraah.
g. Menguasai lagu Murattal










1. Al Jauf : huruf yang keluar dari padanya adalah semua huruf mad yaitu
ا ي و
2. Al Lisan : a. pangkal lidah ق
b. keluar sedikit dari pangkal lidah ك
c. tengah lidah dengan langit-langit ي ش ج
d. ujung lidah dengan papan gigi sebelah atas ص ز س
e. ujung lidah dengan pangkal gigi sebelah atas ت د ط
f. ujung lidah dengan ujung gigi ث ذ ظ
g. pinggir lidah dengan geraham ض
h. ujung lidah dengan langit-langit ن
i. kepala lidah dengan langit-langit ل ر
3. Asy Syafatain : a. gigi atas dengan perut bibir sebelah bawah ف
b. antara dua bibir و
c. pada kedua perut bibir ب
d. pada kedua bibir م
4. Al Halaq : a. ujung tenggorokan غ خ
b. tengah tenggorokan ع ح
c. pangkal tenggorokan أ هخ

5. Al Khaisyum : Huruf yang keluar dari padanya adalah semua ghunnah (dengung)


Cara Mengajarkan Tanda Mati

Cara mengajarkan tanda mati sebaiknya dibantu dengan huruf latin, contoh :

= ABA – Jika Ba itu bertanda mati, maka buang bunyi vokal huruf akhir, karena di kelas satu diajarkan, jika berbaris di atas ditambah dengan bunyi “a”, baris di bawah di tambah dengan bunyi “i”, dan baris di depan di tambah dengan bunyi “u”.
اَ بَ= ABA اَ بْ= AB اَ تَ = ATA اَ تْ = AT
dan begitulah seterusnya.
Cara mengajarkan tanda tasydid

Setelah kita mengajarkan tanda mati, dengan cara seperti di atas, maka ketika mengajarkan tanda tasydid, kita hanya mengadakan huruf dobel / ganda saja, contoh :
اَ بَ = ABA اَ بَّ = ABBA\
اَ تَ = ATA اَ تَّ = ATTA dan begitulah seterusnya.

Cara mengajarkan mad / tanda panjang

1. Sesudah baris di atas ada alif saksi
•







2. Sesudah baris di depan ada waw mati








3. Sesudah baris di bawah ada ya mati






Catatan : apabila sesudah tanda panjang, ada tanda tasydid atau huruf mati, maka panjangnya tidak berlaku lagi.

     • •   ••   
4. Baris Tegak
•
 
•  •

•



5. Baris depan terbalik
  
 
 
 

 


Ghunnah / Bila Ghunnah

1. Setiap huruf nun dan mim bertanda tasydid

   ••   ••   ••    • ••   •   •   • •• 


                          •        • 


2.

Tidak dengung Dengung
ا ح خ ع غ
ء هب ل ر ب ت ث ج د ذ
ز س ش ص ض
ط ظ ف ق ك
م ن و ي
                          • 











             ••    
(QS. 2: 188)

 •                   •   (QS. 9: 75-76)

Hukum membaca Nun mati dan Tanwin





















Izhar yaitu : menjelaskan bunyi nun mati atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf yang enam
غ خ ع ح أ ها
Ikhfa yaitu : menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf yang 15
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Idgham Bighunnah yaitu : memasukkan bunyi nun mati atau tanwin kepada salah satu huruf yang empat serta berdengung
ي و م ن (يومن)
Idgham Bila ghunnah yaitu : memasukkan bunyi nun mati atau tanwin kepada salah satu huruf lam atau Ra serta tidak berdengung

Iqlab yaitu : melebur bunyi nun mati atau tanwin kepada bunyi mim mati apabila sesudahnya terdapat huruf Ba serta berdengung

Apabila Nun mati bertemu dengan huruf waw atau ya dalam satu kata, disebut dengan izhar muthlaq tidak boleh berdengung, seperti

الدُنْيَا- صِنْوَان – قِنْوَان- بُنْيَان


Hukum membaca mim mati ( مْ )

Hukum membaca mim mati apabila bertemu dengan huruf Hijaiyah ada 3 macam yaitu :
1. Idgham Mutamatsilain yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf mim, contoh :
 • -  •
2. Ikhfa Syafawi yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf Ba, contoh :

  
3. Izhar Syafawi yaitu apabila Mim mati bertemu dengan huruf selain Mim dan Ba








Hukum Ro
Hukum Ro itu ada 3 macam yaitu :
1. Tafkhim (tebal)
2. Tarqiq (tipis)
3. Wajhain (boleh 2 macam)

Huruf Ro itu dibaca Tafkhim apabila :
1. berbaris di atas atau di depan, seperti :

- 

2. mati sebelumnya berbaris di atas atau di depan, seperti


- 

3. dimatikan karena wakaf, sedangkan sebelumnya berbaris di atas atau di depan, seperti :

- 

4. dimatikan, sebelumnya alif saksi atau waw mati, seperti :

- 

5. dimatikan, sebelumnya ada huruf mati dan sebelumhuruf mati itu berbaris di atas atau di depan, seperti :
 
- 



Kecuali jika huruf yang mati sebelum Ro itu, huruf isti’la seperti :

- 

6. Huruf Ro itu mati, tetapi posisinya sebagai fa fi’il seperti :

- 

7. Huruf Ro itu mati, sebelumnya kasrah, tetapi sesudahnya huruf Isti’la, contoh:

- •



Huruf Ro itu dibaca tarqiq (tipis) apabila

1. berbaris di bawah, seperti

- 

2. Ro itu mati sebelumnya berbaris di bawah seperti 
3. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya berbaris di bawah, seperti :

4. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya ada huruf ya mati, contoh :

5. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya ada huruf mati dan sebelum huruf mati itu berbaris di bawah, contoh :
••
- 

Ro itu boleh dibaca wajhain (dua macam)
Adapun huruf yang boleh dibaca dua macam (boleh tebal dan boleh tipis) hanya satu tempat dalam al-Qur’an yaitu terdapat di dalam surat Asy syu’ara ayat 63
 
Idgham

Idgham itu terbagi kepada 3 macam:
1. Idgham Mutamatsilain yaitu apabila bertemu dua huruf yang sama, yang pertama mati sedangkan yang kedua berbaris, maka di idghamkan yang pertama kepada yang kedua, contoh :

-  

2. Idgham mutaqaribain, yaitu apabila bertemu dua huruf yang berdekatan makhraj dan shifatnya, huruf yang pertama mati dan huruf kedua berbaris, maka di idghamkan huruf yang pertama kepada yang kedua, contoh :

- • 

3. Idgham Mutajanisain, yaitu apabila bertemu dua huruf yang sejenis, maksudnya makhraj sama, sifatnya berlainan/ berlawanan, huruf yang pertama mati dan yang kedua berbaris, maka di idghamkan yang pertama kepada yang kedua, contoh :

- 

-  



Huruf Syamsiah dan Qomariah
Cara membaca alif lam ( ) apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, maka cara membacanya ada dua macam :
Pertama, alif lamnya di lebur (tidak dibaca) apabila bertemu dengan dalah satu huruf syamsiah, hurufnya ada 14 yaitu :
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh :

- 
Kedua, alif lamnya tetap dibaca/ tampak dalam bacaan, apabila alif lam itu bertemu dengan salah satu huruf Qomariah, hurufnya 14 juga yaitu :
ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ها ي
Contoh :
•
- 
- 







1. mad wajib muttashil
2. mad jaiz munfashil
3. mad aridh lissukun
4. mad iwadh
5. mad Badal
6. mad Shilah Qashirah
7. Mad Shilah Thawilah
8. Mad Lain
9. Mad Tamkin
10. Mad Farqy
11. Mad Lazim Mutsaqal Kalimi
12. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi
13. Mad Lazim Mutsaqal Harfi
14.Mad Lazim Mukhaffaf Harfi 1. Sesudah baris di atas ada alif saksi, contoh : 
2. Sesudah baris di bawah ada ya mati, contoh :
- 
3. Sesudah baris di depan ada wau mati, contoh :
-

1. Mad Wajib Muttashil adalah apabila sesudah mad asli terdapat huruf hamzah dalam satu kata, panjangnya 2 alif, contoh :

- 

- 

2. Mad Jaiz Munfashil adalah apabila sesudah mad asli terdapat huruf hamzah dalam dua kata, panjangnya boleh satu alif sebaiknya 2 alif : contoh :


- 

- 


3. Mad Aridh Lissukun yaitu mad yang terjadi ketika waqaf dengan mematikan huruf terakhir dan sebelumnya ada mad asli panjangnya 2, 4 dan 6 harakat, contoh :
••

- 

- 

4. Mad Iwadh yaitu mad yang terjadi ketka waqaf pada huruf yang berbaris dua di atas selain ta marbuthah ( ) Panjangnya satu alif, contoh :
•
- •

5. Mad Badal yaitu mad pengganti hamzah sakin, panjangnya satu alif, contoh :

- 
- 

6. Mad Shilah Qashirah yaitu mad yang terdapat pada huruf Ha dhamir muzakar, panjangnya satu alif ketika washal, contoh :


- 

7. Mad Shilah Thawilah yaitu mad yang terdapat pada huruf Ha dhamir muzakar yang sesudahnya ada hamzah panjangnya 2 alif ketika washal, contoh :

 

- 

8. Mad Lain yaitu huruf wau atau ya mati yang didahului oleh fathah, panjangnya ketika waqaf sama dengan mad Aridh lissukun, contoh :
 

- 
9. Mad Tamkin yaitu mad yang terdapat pada huruf ya kasrah yang bertasydid, panjangnya satu alif contoh :
• 

- 

- 

10. Mad Farqy yaitu mad pembeda antara hamzah istifham dengan hamzah washal, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

11. Mad Lazim Mutsaqal kalimi yaitu apabila sesudah mad 3 alif ada huruf yang bertasydid, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

12. Mad Lazim mukhaffaf kalimi yaitu apabila sesudah mad 3 alif ada huruf mati, panjangnya 3 alif, contoh :

13. Mad Lazim Mutsaqal harfi yaitu mad yang terdapat pada huruf-huruf potong (huruf hijaiyah) di awal beberapa surat dalam al-Qur’an, apabila sesudah mad 3 alif itu ada huruf yang diidghamkan, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

- 

14. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi yaitu mad yang terdapat pada huruf-huruf potong (huruf hijaiyah) di awal beberapa surat dalam al-Qur’an, apabila sesudah mad itu tidak ada huruf yang diidghamkan, panjangnya ada yang 3 alif dan ada pula yang satu alif, contoh :


- 

Untuk lebih jelasnya lihat contoh di bawah ini


- 

- 
= 




- 

- 
= 




- 

- 
- 
- 

= 




= 

نَقَصَ عَسَلُكُمْ
= 


Cara berwaqaf / berhenti

Pada dasarnya berwaqaf dalam membaca al-Qur’an itu adalah dengan mematikan huruf akhir, kecuali beberapa macam saja yaitu :
1. Jika huruf terakhirnya berbaris dua di atas, maka ketika waqaf di baca dengan baris satu dan dipanjangkan satu alif kecuali ta marbuthah, seperti :

- 
2. Jika huruf terakhir itu mad ashli, maka tetap dipanjangkan satu alif, contoh :

- 
3. Jika huruf terakhirnya ta marbuthah, maka cara mewaqafkannya adalah dengan mematikan ta tersebut dan ditukar dengan Ha : contoh

- 
4. Wakaf yang huruf terakhirnya bertanda tasydid, contoh :
a.

- 
b.


- • •

c.


- ••

Cara Ibtida’ pada Hamzah Washal

Cara Ibtidak pada hamzah washal secara umum terbagi tiga macam saja yaitu :
1. Hamzah washal diberi dengan baris di atas apabila memulai bacaan pada alif lam Ta’rif, contoh :
•
- 
- 
2. Hamzah itu diberi dengan baris di depan, apabila sesudah hamzah washal itu huruf mati dan sesudah huruf mati itu berbaris di depan, contoh :

- 
- 
3. Selain bentuk yang dua di atas umum di beri baris di bawah, contoh :

- 
- 


Shifat-Shifat Huruf


Aridh Lazim


Tidak punya lawan punya lawan














* Penjelasan tentang shifat-shifat huruf yang punya lawan *

1. Jahar yaitu membunyikan huruf dengan tidak bernafas / berhembus hurufnya
عظم ورن قارئ ذيغض جد طلب
2. Mahmus lawan dari jahar yaitu berhembus angin ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya
فحثه شخص سكت
3. Syiddah yaitu tertahan suara dan nafas ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya :
اجد قط بكت
4. Rakhawah adalah lawan dari syiddah yaitu tidak tertahan suara dan nafas ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya :
خذ غث حظ فض شوص ز ي سا ه
5. Tawasuth yaitu pertengahan antara Syiddah dengan Rakhawah
لن عمر
6. Isti’la yaitu terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit ketika mengucapkan huruf itu yang mengakibatkan bunyi huruf itu agak besar, hurufnya :
خص ضغط قظ
7. Istifal yaitu lawan Isti’lak, membunyikan huruf dengan tidak terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit, hurufnya :
ثبت عز مى يجود حرفه اذ سل شكا
8. Ithlaq yaitu membunyikan huruf dengan terkatupnya pertengahan lidah ke langit-langit, sehingga bunyinya lebih besar hurufnya :
صضطظ
9. Infitah yaitu lawan Idhbaq, membunyikan huruf dengan tidak terkatup tengah lidah ke langit-langit, hurufnya :
من اخذ وجد سعة فز كا حق له شرب غيث
10. Izlaq yaitu membunyikan huruf dengan ringan / lancar hurufnya :
فرمن لب
11. Ishmat yaitu lawan Izlaq membunyikan huruf dengan tidak ringan, hurufnya :
جز غش ساخط صد ثقة اذ و عظه يحضك

Penjelasan tentang shifat-shifat huruf yang tidak punya lawan :
1. Shafir yaitu membunyikan huruf dengan berdesir, hurufnya : ز ص س
2. Qalqalah yaitu membunyikan huruf dengan suara yang berlebih dari makhrajnya, hurufnya : قطب جد
3. Lain yaitu membunyikan huruf dengan lunak lembut ketika huruf itu mati dan sebelumnya berbaris fathah, hurufnya :و ي
4. Inhiraf yaitu membunyikan huruf dengan melenturkan lidah, hurufnya : ل ر
5. Takrir yaitu membunyikan huruf dengan tidak bergeletar hurufnya : ر

6. Tafasysyi yaitu membunykan huruf dengan angina bertebar dalam mulut, hurufnya ش
7. Istithalat yaitu membunyikan huruf dengan suara bergerumut, hurufnya ض
8. Ghunnah yaitu membunyikan huruf dengan dengung disebut juga huruf khaisyum, hurufnya ن م
Adapun shifat huruf yang aridh, umumnya sudah diterangkan terdahulu, kecuali saktah dan bacaan-bacaan musykilat yang ada dalam Alquran, diantaranya :
1. Imalah yaitu memiringkan bacaan pada harkat fathah hal ini ada satu tempat dalam al Quran yaitu surat Hud ayat 41 berbunyi
 
2. Isymam yaitu memberikan isyarat harkat dammah dengan mulut, hal ini ada satu tempat alam al-Qur’an yaitu surat Yusuf ayat 11 berbunyi
•
3. Tashil artinya memudahkan bacaan, hal ini ada satu tempat dalam al-Qur’an yaitu surat Fushshilat ayat 44 berbunyi
•
4. Naqal yaitu memindahkan harkat hamzah kepada huruf mati yang terletak sebelumnya, ini juga satu tempat dalam al-Qur’an yaitu surat al Hujurat ayat 11 berbunyi :
 
5. Saktah, yaitu berhenti sejenak tanpa mengambil nafas baru hal ini ada 4 tempat dalam al-Qur’an yaitu :
1. Surat al Kahfi ayat 1 berbunyi :
   
2. Surat Yasin ayat 52 berbunyi :
 •
3. Surat al-Qiyamah ayat 27 berbunyi :
  
4. Surat al-Muthaffifin ayat 14 berbunyi :
  

















Oleh:



Drs. Johannis Suhaimi, SMIQ


BIODATA



Nama : Drs. Johanis Suhaimi, SMIQ
Tempat/ Tgl. Lahir : Batusangkar 1962
Alamat : Jl. Pasir Parupuk No. 31 RT. 01 RW 17
Parupuk Tabing Padang
HP : 08126755447- Telp. (0751) 7875162
Pekerjaan : Dosen STAIPIQ Sumatera Barat

Pengalaman : * Juri MTQ TK I Sumatera Barat dari 1991 – 2007
* Pelatih Kafilah MTQ Nasional dari tahun 2002 – 2008
* Penatar Juri TK Sumatera Barat dari tahun 2004
* Guru TPA dari 1986 – sekarang

Prestasi : 1. Juara I Hafizh 30 Juz tahun 1988 TK Sumatera Barat di Sawahlunto Sijunjung
2. Harapan II Hafiz TK Nasional th 1989 di Jakarta

Selasa, 18 Oktober 2011

KHOTBAH JUM'AT

KHOTBAH JUM’AT
BULAN HAJI
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله
...آوصكم
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Ushikum wa iyyaya bittaqullah faqod fazal muttaqun
قال اللّهَ تعالي
وأذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ )
Al haj : 27-28
MANFAAT MELAKSANAKAN IBADAH HAJI:
1. Menyaksikan bahwa manusia tidak ada perbedaan .. bersuku-suku dan berbangsa-bangsa suapa ...
QS Al-Hujaraat:13
2. Rukun islam yang nomor lima adalah menunaikan ibadah haji ... ( agar sempurna rukun islam ).
3. Pusat budaya islam di mekah..pakaian ....
4. Menunjuk kesatuan umat islam
5. Napak tilas nabi Adam As
Setelah 900 tahun lamanya dibuang ke duania ..dipertemukanoleh Allah di padang arafah...
6. Napak tilas nabi Ibrahim As
 Tauhid dalam mencari tuhan ...dimalam hari ...dihukum oleh namrud
 Perintah untuk meninggalkan isterinya di tengah padang pasir ketika dalam keadaan hamil tua
 Perintah untuk menyembelih anaknya Ismail As... digoda oleh iblis

IBRAH ATAU PELAJARAN DARI KISAH NABI IBRAHIM DENGAN ISMAIL
• Sebagai orang tua atau pimpinan tidak bertindak otoriter atau sewenang-wenang. ( dilaksanakan diskusi )
• Dibutuhkan Peran sang Ibu dalam mendidik, sehingga melahirkan anak yang shaleh..... carilah isteri shalehah
• Perintah untuk berkurban.... baik yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله
...آوصكم
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
قال اللّهَ تعالي
Innallaha wamaikatahu yushalluna alan nabi...ya ayyuhallazina amanu shallu alihiu wasallimuttaslima ... Allahumma shalli ala Muhammad....
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم
. والحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Minggu, 25 September 2011

KKM KLS XII

PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM ( KKM )

NAMA SEKOLAH : SMA N 1 GUNUNG TALANG
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KELAS / PROGRAM : XII / IPA
TAHAUN PELAJARAN : 2011 / 2012
KKM 77
STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR KOMPLEK DAYA INTAKE JLH KKM
SITAS DUKUNG SISWA
SEMESTER I
1. Memahami ayat-ayat al-Qur’an 77 76 77 230 77
Itentang anjuran bertoleransi
1.1  Membaca QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan
QS Al-Kahfi: 29
1.2  Menjelaskan arti QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41
dan QS Al-Kahfi: 29
1.3  Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkan-
dung dalam QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41
dan QS Al-Kahfi: 29
2. memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang etos 77 76 77 230 77
kerja
2.1 Membaca QS Al-Mujadalah: 11 dan
Q.S Al-Jumuah: 9-10 Q. S Al-Baqarah : 177
2.2 Menjelaskan arti QS Al-Mujadalah: 11 dan
QS Al-Jumuah: 9-10
2.3 Mebiasakan beretos kerja seperti terkandung
dalam QS Al-Mujadalah: 11, dan
QS Al-Jumuah: 9-10
3. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir. 77 77 78 232 77
3.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan
keimanan terhadap hari akhir
3.1 Menerapkan hikmah beriman kepada
hari akhir
4. Membiasakan perilaku terpuji 76 75 75 226 75
4.1 Menjelaskan pengertian adil, ridha
dan amal shaleh
4.2 Menampilkan contoh perilaku adil, ridha
dan amal shaleh
4.3 Membiasakan perilaku adil, ridha, dan
amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari
5. Memahami hukum Islam tentang Hukum 77 76 77 230 77
Keluarga.
5.1 Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan
dalam Islam
5.2 Menjelaskan hikmah perkawinan
5.3 Menjelaskan ketentuan perkawinan
menurut perundang-undangan di Indonesia
6. Memahami perkembangan Islam di 76 76 77 229 76
di Indonesia.
6.1 Menjelaskan perkembangan Islam
di Indonesia.
6.2 Menampilkan contoh perkembangan Islam
di Indonesia.


6.3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam
di Indonesia.
SEMESTER II
7. Memahami ayat-ayat al Quran tentang 77 76 77 230 77
pengembangan IPTEK.
7.1 Membaca QS Yunus:101
dan QS Al-Baqarah: 164
7.2 Menjelaskan arti QS Yunus: 101
dan QS Al-Baqarah: 164
7.3 Melakukan pengembangan iptek seperti
terkandung dalam QS Yunus: 101
dan QS Al-Baqarah: 164
8. Meningkatkan keimanan kepada Qadha’ 77 77 78 232 77
dan Qadar
8.1 Menjelaskan tanda-tanda keimanan
kepada qadha’ dan qadar
8.2 Menerapkan hikmah beriman
kepada qadha’ dan qadar
9. Membiasakan perilaku terpuji 76 75 76 227 76
9.1 Menjelaskan pengertian dan
dan kerukunan
9.2 Menampilkan contoh perilaku persatuan
dan kerukunan
9.3 Membiasakan perilaku persatuan dan
kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
10. Menghindari perilaku tercela. 76 74 75 225 75
10.1 Menjelaskan pengertian isyrof, tabzir,
ghibah, dan fitnah
10.2 Menjelaskan contoh perilaku isyrof, tabzir,
ghibah, dan fitnah
10.3 Menghindari perilaku isyraf, tabzir, ghibah,
dan fitnah dalam kehidupan sehari-hari
11. Memahami hukum Islam tentang Waris 77 76 77 230 77
11.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan
hukum waris
11.2 Menjelaskan contoh pelaksanaan
hukum waris
12 Memahami perkembangan Islam di dunia. 76 76 77 229 76
12.1 Menjelaskan perkembangan Islam di dunia
12.2 Menampilkan contoh perkembangan Islam
di dunia
12. 3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam
di dunia

Mengetahui : Cupak, 10 Mei 2011
Kepala SMA Negeri I Gunung Talang Guru Mata Pelajaran




MILBUSRI, S.Pd, MM Drs. ALI IMRAN
NIP.19621005 198512 1 002 Nip. 19601211 198903 1 006


PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM ( KKM )

NAMA SEKOLAH : SMA N 1 GUNUNG TALANG
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KELAS / PROGRAM : XII / IPS
TAHAUN PELAJARAN : 2011 / 2012
KKM 75
STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR KOMPLEK DAYA INTAKE JLH KKM
SITAS DUKUNG SISWA
SEMESTER I
1. Memahami ayat-ayat al-Qur’an 74 76 76 226 75
Itentang anjuran bertoleransi
1.1  Membaca QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan
QS Al-Kahfi: 29
1.2  Menjelaskan arti QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41
dan QS Al-Kahfi: 29
1.3  Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkan-
dung dalam QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41
dan QS Al-Kahfi: 29
2. memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang etos 74 76 75 225 75
kerja
2.1 Membaca QS Al-Mujadalah: 11 dan
Q.S Al-Jumuah: 9-10 Q. S Al-Baqarah : 177
2.2 Menjelaskan arti QS Al-Mujadalah: 11 dan
QS Al-Jumuah: 9-10
2.3 Mebiasakan beretos kerja seperti terkandung
dalam QS Al-Mujadalah: 11, dan
QS Al-Jumuah: 9-10
3. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir. 76 75 74 225 75
3.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan
keimanan terhadap hari akhir
3.1 Menerapkan hikmah beriman kepada
hari akhir
4. Membiasakan perilaku terpuji 76 75 75 226 75
4.1 Menjelaskan pengertian adil, ridha
dan amal shaleh
4.2 Menampilkan contoh perilaku adil, ridha
dan amal shaleh
4.3 Membiasakan perilaku adil, ridha, dan
amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari
5. Memahami hukum Islam tentang Hukum 76 75 75 226 75
Keluarga.
5.1 Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan
dalam Islam
5.2 Menjelaskan hikmah perkawinan
5.3 Menjelaskan ketentuan perkawinan
menurut perundang-undangan di Indonesia
6. Memahami perkembangan Islam di 75 76 75 226 75
di Indonesia.
6.1 Menjelaskan perkembangan Islam
di Indonesia.
6.2 Menampilkan contoh perkembangan Islam
di Indonesia.


6.3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam
di Indonesia.
SEMESTER II
7. Memahami ayat-ayat al Quran tentang 74 76 76 226 75
pengembangan IPTEK.
7.1 Membaca QS Yunus:101
dan QS Al-Baqarah: 164
7.2 Menjelaskan arti QS Yunus: 101
dan QS Al-Baqarah: 164
7.3 Melakukan pengembangan iptek seperti
terkandung dalam QS Yunus: 101
dan QS Al-Baqarah: 164
8. Meningkatkan keimanan kepada Qadha’ 73 71 69 213 71
dan Qadar
8.1 Menjelaskan tanda-tanda keimanan
kepada qadha’ dan qadar
8.2 Menerapkan hikmah beriman
kepada qadha’ dan qadar
9. Membiasakan perilaku terpuji 76 75 75 226 75
9.1 Menjelaskan pengertian dan
dan kerukunan
9.2 Menampilkan contoh perilaku persatuan
dan kerukunan
9.3 Membiasakan perilaku persatuan dan
kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
10. Menghindari perilaku tercela. 76 74 75 225 75
10.1 Menjelaskan pengertian isyrof, tabzir,
ghibah, dan fitnah
10.2 Menjelaskan contoh perilaku isyrof, tabzir,
ghibah, dan fitnah
10.3 Menghindari perilaku isyraf, tabzir, ghibah,
dan fitnah dalam kehidupan sehari-hari
11. Memahami hukum Islam tentang Waris 75 74 75 224 75
11.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan
hukum waris
11.2 Menjelaskan contoh pelaksanaan
hukum waris
12 Memahami perkembangan Islam di dunia. 74 75 75 224 75
12.1 Menjelaskan perkembangan Islam di dunia
12.2 Menampilkan contoh perkembangan Islam
di dunia
12. 3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam
di dunia

Mengetahui : Cupak, 10 Mei 2011
Kepala SMA Negeri I Gunung Talang Guru Mata Pelajaran




MILBUSRI, S.Pd, MM Drs. ALI IMRAN
NIP.19621005 198512 1 002 Nip. 19601211 198903 1 006

Minggu, 11 September 2011

METODOLOGI PEMBELAJARAN

METODOLOGI PEMBELAJARAN ( MEL SILBERMAN ):
• What I hear, I forget [apa yang saya dengar, saya lupa],
• What I hear and see, I remember a little [apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit],
• What I hear, see, and ask questions about or discuss with someone else, I begin to understand [apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman, saya mulai paham],
• What I hear, see, discuss, and do, I acquire knowledge and skill [apa yang dengar, lihat, diskusikan, dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan],
• What I teach to another, I master [apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya menguasainya]
• Fungsi pendidik, yaitu sebagai falitator, mederator, mediator, dinamisator, motivator, dalam proses pembelajaran. “Pengajar” dalam hal ini dosen dan guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar, tetapi merupakan salah satu sumber dari sekian sumber belajar di dalam proses pembelajaran
• Tugas utama pendidik lebih terfokus pada mengajar peserta didik untuk mengakses sendiri informasi dan pengetahuan yang diperlukan dari berbagai sumber belajar.

FUNGI PENDIDIK SEBAGAI FACILITATOR, MEDERATOR, MEDIATOR, DINAMISATOR, MOTIVATOR,
Pertama : Sebelum mengajar :
[1] mempersiapkan bahan yang akan diajarkan,
[2] mempersiapkan media yang akan digunakan,
[3] mempersiapkan pertanyaan dan arahan untuk merangsang peserta didik aktif belajar,
[4] mempelajari keadaan peserta didik, mengerti kelemahan dan kelebihan peserta didik,
[5] mempelajari pengetahuan awal peserta didik.
[6] menerima jawaban alternatif dari peserta didik,
[7] kesalahan peserta didik ditunjukkan secara arif,
[8] peserta didik diberi kesempatan berpikir, merumuskan gagasan, mengungkapkan
pikirannya,
[9] peserta didik diberi kesempatan untuk mencari pendekatan dan caranya sendiri dalam
belajar sehingga menemukan sesuatu,
[10] melakukan evaluasi secara kontinu dengan segala prosesnya.
Kedua : Selama proses pembelajaran :
[1] mengajak peserta didik untuk aktif belajar,
[2] menggunakan metode ilmiah dalam proses penemuan, sehingga peserta didik merasa
menemukan sendiri pengetahuan mereka.
[3] mengikuti pikiran dan gagasan peserta didik, [4] menggunakan variasi metode dan
strategi pembelajaran seperti studi kelompok, aktif debat, studi kritis,
[5] tidak mencerca peserta didik yang berpendapat salah atau lain,
[6] menerima jawaban alternatif dari peserta didik,
[7] kesalahan peserta didik ditunjukkan secara arif,
[8] peserta didik diberi kesempatan berpikir, merumuskan gagasan, mengungkapkan
pikirannya,
[9] peserta didik diberi kesempatan untuk mencari pendekatan dan caranya sendiri dalam
belajar sehingga menemukan sesuatu,
[10] melakukan evaluasi secara kontinu dengan segala prosesnya.
Ketiga : Sesudah proses pembelajaran :
[1] memberikan tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik,
[2] melakukan tes yang membuat peserta didik berpikir, analisis dan bukan hafalan
Keempat : Sikap pengajar :
[1] perlakukan peserta didik sebagai subjek yang sudah tahu sesuatu,
[2] kondisikan peserta didik yang aktif, pengajar menyertai,
[3] memberi ruang tanyajawab dan diskusi,
[4] pengajar dan peserta didik saling belajar, [5] peserta didik belajar untuk belajar sendiri,
[5] hungan pengajar dan peserta didik bersifat dialogtis7,
[6] peserta didik harus diberi informasi tentang materi pelajaran dan mengerti konteks
bahan yang akan diajarkan.

PROSES PEMBELAJARAN YANG DILAKSANAKAN HARUS DAPAT:
1. mengembangkan potensi peserta didik dan memanfaatkan kesempatan secara optimal untuk self realization atau self actualization,
2. mengembangkan metode rasional, emperis, battom up dan “menjadi”,
3. materi ajaran harus diberikan secara analisis, deduktif, top down, dan “memiliki”; dan [d] memberikan bekal atau landasan yang kuat dan siap dikembangkan ke perbagai keahlian
4. Sasaran setiap proses pembelajaran adalah asimilasi pembelajaran [miximizing “student learning”], dan
5. Mengurangi porsi ceramah guru dan dosen [minimizing “teacher teaching”] dengan mengaktifkan peserta didik untuk mencari dan menemukan serta melakukan aktivitas belajar sendiri, sehingga konsep metodologi pembelajaran yang terbangun adalah ”pembelajaran” [learning] bukan ”pengajaran” [teaching]
6. Inilah tantangan yang dihadapi guru dan dosen untuk mengemas dan mengimplementasikan materi-materi pelajaran dan materi-materi pembelajaran yang tertuang dalam kurikulum kepada peserta didik

LEANING COMPETENCY,
1. Learning skills, keterampilan mengembangkan dan mengola pengetahuan dan pengalaman serta kemampuan dalam menjalani belajar sepanjang hayat.
2. Thinking skills, keterampilan berpikir kritis, kreatif dan inovatif untuk menghasilkan keputusan dan pemecahan masalah secara optimal.
3. Living skills, keterampilan hidup yang mencakup kematangan emosi dan sosial yang bermuara pada daya juang, tanggungjawab dan kepekaan sosil yang tinggi
Bagaimana membuat peserta didik aktif sejak dini?
• Team building [pembentukan tim oleh guru], yaitu membantu siswa-siswa menjadi lebih terbiasa satu sama lain atau menciptakan suatu semangat “kerja sama” dan “saling ketergantungan”.
• On-The-Spot assessment [penilaian di tempat], yaitu : guru mempelajari tentang perilaku-perilaku siswa-siswa, pengetahuan, dan pengalaman siswa.
• Immediate learning involvement [keterlibatan belajar seketika], yaitu ; guru menciptakan atau memotivasi minat awal dalam pokok bahasan

Senin, 01 Agustus 2011

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BERNUANSA SURAU

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BERNUANSA SURAU
SMA NEGERI 1 GUNUNG TALANG TAHUN 2011
Nama :
Kelas :

No NILAI KARAKTER KEGIATAN APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER KETERANGAN
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Religius ·     Beraqidah lurus
·     Beribadah yang benar
·     Berdo’a sebelum mulai dan sesudah selesai pembelajaran
·     Mengaitkan materi pembelajaran dengan kekuasan Tuhan Yang Maha Kuasa
·     Melaksanakan shalat dhuha
·     Melaksanakan shalat zhuhur secara berjamaah
·     Melaksanakan shalat ashar secara berjamah
Tahfiz Al Qur’an min 1 juz
Program Tahfiz
ü  Setoran hafalan ayat dalam satu minggu Al Qur'an

Program penunjang
Ø  Tilawah AL Quran / tahfiz sesudah shlat zuhur berjamah selama 5 menit.
2 Jujur ·      Membuat laporan hasil percobaan sesuai dengan data yang diperoleh.
·      Tidak pernah menyontek dalam ulangan
·      Tidak pernah berbohong dlm berbicara
·      Mengakui kesalahan
·      Terbuka dalam memberi penilaian kepada peserta didik
3 Toleransi ·      Pelayanan yang sama terhadap peserta didik tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
·      Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus.
·      Bekerja dalam kelompok dengan teman-teman yang berbeda jenis kelamin, agama, suku, dan tingkat kemampuan
·      Tidak memaksakan pendapat atu kehendak kepada orang lain
·      Hormat menghormati ( tau kato nan ampek )
·      Raso jo pareso
·      Baso basi
·      Sopan santun
·      Raso jo pareso
·      Manyauk dihikie hilie bakato dibawah-bawah

4 Disiplin ·      Hadir tepat waktu
·      Mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran
·      Mengikuti prosedur kegiatan pembelajaran
·      Menyelesaikan tugas tepat waktu
5 Kerja keras ·      Berupaya dengan gigih untuk menciptakan semangat kompetisi yang sehat
·      Substansi pembelajaran menantang peserta didik untuk berpikir keras
·      Menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru
·      Berupaya mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi
6 Kreatif ·      Menciptakan situasi belajar yang mendorong munculnya kreativitas peserta didik
·      Memberi tugas yang menantang munculnya kreativitas peserta didik (tugas projek, karya ilmiah, dsb)
·      Menghasilkan suatu karya baru, baik otentik maupun modifikasi
7 Mandiri ·      Dalam ulangan tidak mengharapkan bantuan kepada orang lain
·      Penyelesaian tugas-tugas yang harus dikerjakan secara mandiri
·      Mempresentasikan hasil pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan
·      Memotivasi peserta didik untuk menumbuhkan rasa percaya diri
8 Demokratis ·      Pembelajaran yang dialogis dan interaktif
·      Keterlibatan semua peserta didik secara aktif selama pembelajaran
·      Menghargai setiap pendapat peserta didik
9 Rasa ingin tahu ·      Penerapan eksplorasi dan elaborasi dalam pembelajaran
·      Memanfaatkan media pembelajaran (cetak dan elektronik) yang menumbuhkan keingintahuan
·      Menumbuhkan keinginan untuk melakukan penelitian
·      Berwawasan yang luas
10 Semangat kebangsaan ·     Bekerjasama dengan teman yang berbeda suku/etnis
·     Mengaitkan materi pelajaran dengan peristiwa yang menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism
11 Cinta tanah air ·      Menyanyikan lagu-lagu perjuangan
·      Diskusi tentang kekayaan alam, budaya bangsa, peristiwa alam, dan perilaku menyimpang
·      Menumbuhkan rasa mencintai produk dalam negeri dalam pembelajaran
·      Menggunakan media dan alat-alat pembelajaran produk dalam negeri
12 Menghargai prestasi ·      Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menampilkan ide, bakat, dan kreasi
·      Pujian kepada peserta didik yang telah menyelesaikan tugas dengan baik, mengajukan ide cemerlang, atau menghasilkan suatu karya
·      Trampil
13 Bersahabat/ komunikatif ·      Pengaturan kelas memudahkan peserta didik berinteraksi
·      Diskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah
·      Bimbingan kepada peserta didik yang memerlukan
·      Mengajukan dan menjawab pertanyaan dengan santun
·      Menyajikan hasil tugas secara lisan atau tertulis
14 Cinta damai ·         Tidak saling mengejek dan memburuk-burukkan orang alin
·         Saling menjalin kerjasama dan tolong menolong
·         Menciptakan suasana damai dilinglungan sekolah
·         Saiyo sakato / sahino samalu
15 Gemar membaca ·      Penugasan membaca buku pelajaran dan mencari referensi
·      Peserta didik lebih mengutamakan membeli buku dibanding dengan yang lainnya
16 Peduli lingkungan ·      Kebersihan ruang kelas terjaga
·      Menyediakan tong sampah organik dan unorganik
·      Hemat dalam penggunaan bahan praktik
·      Penanganan limbah bahan kimia dari kegiatan praktik
17 Peduli social ·      Tanggap terhadap teman yang mengalami kesulitan .
·      Tanggap terhadap keadaan lingkungan
·      Kaba baiak bahumbauan, kaba buruak ba hambauan
·      Barek samo dipikuo, ringan samo dijinjiang
18 Tanggung jawab ·         Selalu melaksanakan tugas sesuai dengan aturan/kesepakatan
·         Bertanggung jawab terhadap semua tindakan yang dilakukan

Mengetahui :
Kepala Sekolah, Mentor



MILBUSRI, S.Pd, MM
NIP. 19621005 198512 1 002

PENDIDIKAN KARAKTER BERNUANSA SURAU SMA N 1 GUNUNG TALANG

PENDIDIKAN KARAKTER BERNUANSA SURAU
SMA N 1 GUNUNG TALANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 yang diamandemen mengamanatkan agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta meningkatkan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sejalan dengan itu, Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia sebagai karsa sila pertama Pancasila akan terbentuk melalui proses pendidikan dan proses kehidupan, khususnya kehidupan beragama dan pendidikan agama Islam. Proses pendidikan ini seyogyanya terjadi dan berlangsung seumur hidup manusia baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di masyarakat. Seperti halnya sekolah full day perlu adanya nuansa religius yang dapat membentuk siswa yang berkarakter spiritual.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Bernuansa Surau merupakan salah satu program unggulan dan kebijakan lokal pemerintah daerah propinsi Sumatera Barat, yang berkaitan juga dengan adanya sistem full day di sekolah. Di mana dengan keberadaan siswa dari pagi sampai sore, terkadang membuat siswa jenuh berada di sekolah, Namun secara teori Ada tiga hal yang melatarbelakangi lahirnya kebijakan ini. Yaitu:
Pertama, adanya kegelisahan dan kekhawatiran para praktisi pendidikan tentang kemampuannya dalam melahirkan tokoh-tokoh kenamaan sekaliber Hamka, Moh. Hatta, ST. Syahrir, M. Natsir, M. Yamin, Agus Salim, dan lainnya di masa mendatang. “Pahlawan nasional asal Sumatera Barat dikenal bukan karena kelihaiannya di medan perang, melainkan karena keilmuan dan keulamaannya”. Sementara tokoh-tokoh tersebut mengakui dan diakui oleh banyak orang sebagai hasil dari pendidikan surau di masa lampau.
Kedua, kondisi pendidikan di lembaga pendidikan formal tampaknya lebih berorientasi kepada aspek kognitif Akibatnya, tidak terjadi korelasi positif yang signifikan antara ilmu pengetahuan yang didapat dengan akhlak mulia yang ditampilkan. Mestinya, semakin tinggi ilmu seseorang semakin baik akhlaknya baik kepada Sang Khaliq maupun sesama makhluk-Nya. Padahal surau sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa lalu dapat merealisasikannya..
Ketiga, lahirnya otonomi daerah sejak tahun 1999 sesungguhnya memotivasi setiap daerah untuk menonjolkan keunggulan daerahnya masing-masing sebagai karakter daerah yang membedakannya dengan yang lain. Hal ini semakin kuat dengan adanya kurikulum 2006 yang menginginkan adanya keunggulan dari setiap pendidikan yang ada di daerah. Wilayah Sumatera Barat sangat kuat dengan adat (Minangkabau) dan agama (Islam) sehingga dikenal falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.
Sejarah membuktikan, surau sebagai lembaga pendidikan telah memainkan peranan besar dalam melestarikan dan mewujudkan falsafah tersebut. Namun sejak awal tahun 1970-an, fungsi surau secara lambat laun mulai mengalami pergeseran fungsi dan peran dalam mendidik dan melahirkan sumber daya mansia yang berkualitas iman, ilmu,dan,amal.
Bertitik tolak dari masalah tersebut, maka muncul gagasan untuk mengaktualisasikan penanaman nilai-nilai Karakter yang akan menjadi budaya dan kultur sekolah.
SMA N 1 Gunung Talang menjadi lebih baik dan dapat menciptakan peserta didik unggul dibidang akademis berkarakter serta taat dalam beribadah, hal ini dilaksanakan melalui melalui Sosialisasi, Ceramah agama, Pengembangan diri, pelatihan, mentoring dan pembiasaan nilai-nilai karakter.
.
B. DASAR
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang diamandemen.
2. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional.
3. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tenta. Sistem Pendidikan Nasional
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005 – 2025.
5. Peraturan. Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
6. Peraturan. Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
7. Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2005-2014 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Nasional Tahun 2010.
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan. Pendidikan Dasar dan Menengah.
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014.
13. Peraturan Daerah No.2 Tahun 2003 tentang wajib pakaian berbusana muslim
14. Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2007 tentang Pendidikan Al-Qur’an tingkat SD,SLTP,dan SLTA.

C. TUJUAN
1. Membentuk watak dan sikap peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas, religis, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, berprestasi, komunikatif, cinta damai, cinta lingkungan, peduli sosial, memiliki perencanaan masa depan dan bertanggung jawab.
2. Meningkatkan aktifitas dalam mengoptimalkan kegiatan penanaman akhlak mulia melalui pendidikan bernuansa surau

D. HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Terbentuknya karakter peserta didik yang cerdas, religis, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, berprestasi, komunikatif, cinta damai, cinta lingkungan, peduli sosial, memiliki perencanaan masa depan dan bertanggung jawab
2. Terwujudnya suasana yang bernuansa surau di SMA N 1 Gunung Talang
E. SASARAN
Seluruh warga sekolah ( peserta didik, guru, pegawa tata usaha dan Komite sekolah )









BAB II
IDENTITAS SEKOLAH


A. VISI SEKOLAH
Menuju sekolah Nasional berstandar Internasional, unggul dalam mutu serta panutan dan bertaqwa

B. MISI SEKOLAH
a. Meningkatkan profesionalitas guru dan manajement sekolah.
b. Memaksimalisasi pelaksanaan PBM dan belajar tambahan yang berkualitas untuk menghasilkan siswa unggul.berprestasi dapat melanjutkan keperguruan tinggi dan mampu bersaing dilapangan kerja
c. Mengoptimalkan berbahasa inggris secacara aktif
d. Memanfaatan sarana dan prasarana pokok dan penunjang dengan pola modernisasi
e. Melakukan bimbingan Life Skill dan ekstra kurikuler
f. Menghasilkan Peserta didik yang berkarakter dan taat dalam menjalankan ajaran agama
g. Menghasilkan Peserta didik yang dapat menjadi panutan
C. SASARAN PROGRAM SEKOLAH
SASARAN PROGRAM 1 TAHUN
(2010/2011 – Program Jangka Pendek) SASARAN PROGRAM 4 TAHUN
(2010/2014 – Program Jangka Menengah)
SASARAN PROGRAM 8TAHUN
(2010/2017 – Program Jangka Panjang)
Kehadiran Peserta didik lebih dari 87%, Kehadiran Guru dan Karyawan lebih 97 %
Kehadiran Peserta didik lebih dari 90%, Kehadiran Guru dan Karyawan lebih dari 98 % Kehadiran Peserta didik lebih dari 95 %, Kehadiran Guru dan Karyawan mencapai 100 %
Target pencapaian rata-rata Nilai Ujian Akhir 75 Target pencapaian rata-rata Nilai UAN lulusan 76 Target pencapaian rata-rata Nilai UN lulusan 77
80 % lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SMPTN dan /atau PTS 85 % lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SMPTN dan /atau PTS 96 % lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SMPTN dan /atau PTS
90 % peserta didik yang
beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 95 % peserta didik yang
beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 100 % peserta didik yang
beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
90 % peserta didik memiliki karakter yang bernuansa islami dan menjadi panutan bagi peserta didik dari sekolah lain 95 % peserta didik memiliki karakter yang bernuansa islami dan menjadi panutan bagi peserta didik dari sekolah lain. 100 % peserta didik memiliki karakter yang bernuansa islami dan menjadi panutan bagi peserta didik dari sekolah lain
Memiliki ekstra kurikuler unggulan ( Olah Raga : bola kaki, Basket Ball, dan silat ) Extra kurikuler unggulan dapat menjuarai tingkat kabupaten ( Olah Raga : bola kaki, Basket Ball, dan silat ) Ekstrakurikuler unggulan dapat meraih prestasi tinggkat propinsi ( Olah Raga : bola kaki, Basket Ball, dan silat )
65 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris. 70 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris. 85 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris.
95 % peserta didik dapat mengoperasikan mengoperasikan program Ms Word dan Ms Excel, Power point dan Internet 97 % peserta didik dapat mengoperasikan program komputer (Microsoft Word, Excel, Power point dan Internet) dan melakukan perawatan software dan hardware sederhana. 100 % peserta didik dapat mengoperasikan 2 program komputer (Microsoft Word, Excel, Power point dan Internet) dan melakukan perawatan software dan hardware sederhana.
Memiliki program pembinaan olimpiade Sain yang dapat menjuarai tingkat propinsi dan Nasional minimal satu bidang studi Memiliki program pembinaan olimpiade Sain yang dapat menjuarai tingkat propinsi dan Nasional Memiliki program pembinaan olimpiade Sain yang dapat menjuarai tingkat propinsi dan Nasional

Sasaran program tersebut selanjutnya ditindak lanjuti dengan strategi pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah sebagai berikut:
1. Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan mentoring.
2. Melaksanakan program pendidikan Karakter yang bernuansa surau ( Ceramah agama, ESQ, muhasabah, bimbingan menerjemahkan Al Qur’an / hafiz, dan latihan muhadharah dan pembiasaan kultur islami )
3. Membentuk Rohis dan Forum An Nisa melalui OSIS bidang Ketaqwaan pada Tuhan YME
4. Mengadakan jam tambahan pada utuk menghadapi UN dan SMPTN
5. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak lain dalam memajukan sekolah seperti LIA , FKPIS dan lain-lain
6. Melaksanakan Peringan Hari Besar Islam
7. Membentuk Kelompok Ilmiah Remaja SMAN 1 Gunung Talang,
8. Melakukan pengembangan diri ( silat, kader muballigh, tahfiz, musik islami, LCC UUD 1945 / konstitusi )
9. Menyelenggarakan turnamen bupati cup bidang olah raga basket yang bersifat tahunan dan mengikuti kejuaraan olah raga lainnya,
10. pembiasaan peserta didik berkomunikasi dengan bahasa Inggris (melalui: English day - English Club - kelompok gemar Bahasa Inggris, English Camp )
11. Melengkapi sarana mushalla dan melaksanakan kegiatan keagamaan ( shalat dhuha, shalat zuhur dan ashar berjamaah dam shalat jum’at )


D. PROFIL SEKOLAH
a. Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Gunung Talang
b. Status : Negeri - Masuk SMA-SKM/SSN
Tahun 2007/ 2008
c. Alamat Sekolah : Jl. Pasar Usang Cupak
Kabupaten Solok Sumatera Barat
d. Telepon/ Fax : 0755 7333270 dan Fax. 0755 7333270
e. Email : sman1.gngtlg@gmail.com
sman1_guntal@yahoo.co.id
f. Kode Pos : 27364
g. No.Statistik Sekolah : 301080405004
h. Pimpinan Sekolah
1. Kepala Sekolah : Milbusri, S.Pd.MM
2. Wk. Kurikulum : Drs. Ali Imran
3. Pembantu Wk. Kurikulum : Elmi Yunisra, S.Pd
4. Wk. Kesiswaan : Drs. Rizal Ikhlas, M.Pd
5. Wk. Sarana : Sulasman, S.Pd
6. Wk. Humas : Drs. Ridwan Musa
7. Kepala TAS : Oksrinola Putrilia, SE
i. Jumlah Siswa : 781 orang
j. Jumlah Rom. Belajar : 24
k. Jumlah Guru : 54 orang
l. Jumlah Pegawai TU : 13 orang
m. Luas Tanah Lokasi : 16.400 M²





n. Sarana dan Prasarana :

No Bangunan/ Ruang Luas Jlh Ket
1 Ruang belajar kelas 8 x 8 M 22 Perlu perbaikan ringan
2 Labor IPA 8 x 12 M 2 Labor Biologi sedang dibangun
Alat-alat belum lengkap
3 Ruang Labor Bahasa 9 x 16 M 1 Ruang baik, alat blm lengkap
4 Ruang wakil kepala sekolah 3,5 x 7,5M 1 Sempit
5 Ruang majelis Guru 7,5 x 10 M 1 Sempit
6 Ruang kepala sekolah 7 x 4 M 1 Sempit
7 Ruang Tata Usaha 7 x 4 M 1 Sempit
8 Ruang Komputer Tu 4 x 3,5 M 1 Baik
9 Gudang TU 4 x 3,5 M 1 Baik
10 Ruang TIK 8 x 8 M 1 Baik
11 Ruang Multi Media 24 x 8 M 1 Baik dan lengkap
12 Musalla( ruang Ibadah ) 8 x 12 M 1 Perlu perluasandan perbaikan
13 Kafetaria 4 x 6 M 3 Baik
15 Perpustakaan 8 x 12 M 1 Baik
16 Ruang UKS 4 x 8 M 1 Baik
17 Ruang BK 4 x 8 M 1 Baik
18 Ruang Osis 3 x 8 M 1 Baik
19 Ruang KPN 3 x 4 M 1 Baik
20 Toko Kopsis 4 x 8 M 1 Baik
21 Kamar Mandi WC Guru 3 x 6 M 2 Perbaikan ringan
22 Kamar mandi WC siswa 6 x 6 M 3 Perbaikan ringan
23 Parkir kendaraan honda 8 x 4 M 2 Baik
24 Ruang Internet 6 x 6 M 2 Baik
25 Lapangan Basket 20 x 35 M 1 Baik
26 Lapangan Volly 13 X 22 M 1 Baik
27 Lapangan Takraw 15,6 x 8,10 M 1 Baik
28 Lapangan Bulu Tangkis 15,6 x 8,10 M 1 Baik
29 Taman Kelas 4 x 8 M 20 Baik
30 Taman Kantor 4 x 10 M 2 Baik
31 Taman Kolam 25 x 20 M 1 Baik / terawat
32 Jalan Masuk ( Gang ) 4 x 30 M 2 Baik dan terawat
33 Ruang Tamu ( Kaca ) 3 x 8 M 1 Baik
34 Lbg. Pembuangan sampah akhir 8 x 6 M 1 Baik
Luas Lahan Yang digunakan 5.458,97 M²
Luas Lahan Kosong 10.967,03 M²






























BAB III
PELAKSANAAN
A. PROGRAM
1. Nama Kegiatan
Pendidikan karakter bernuansa surau SMA N ! Gunung Talang Tahun 2011
2. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan :


NO
NILAI DESKRIPSI
1 Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
2 Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3 Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
4 Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5 Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6 Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7 Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8 Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9 Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10 Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11 Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12 Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13 Bersahabat/
Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14 Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15 Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16 Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17 Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18 Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

3. Implementasi Pendidikan Karakter pada Kegiatan sekolah
a. Kegiatan Rutin
Pembimbing : mentor
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus
dan konsisten setiap saat.
menerapkan program 5 S ( Senyum, Salam,Sapa,Sopan dan Santun ),
dan sebagainya.
b. Kegiatan spontan
Pembimbing : Mentor
Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara langsung pada saat itu juga.
Contoh kegiatan spontan untuk perbuatan baik misalnya pujian terhadap peserta
didik yang melerai temannya berkelahi, menolong teman yang jatuh dari motor,
dan sebagainya.
c. Keteladanan
Pembimbing : Mentor
Keteladanan adalah perilaku/sikap semua warga sekolah yang dapat dijadikan
panutan.
misalnya tidak pernah terlambat, berpakaian rapi, bertutur kata sopan,
gemar membaca, dan sebagainya.
d. Pengkondisian.
Pelaksana : Sekolah
Pengkondisian adalah upaya sekolah menciptakan kondisi untuk mendukung
keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan menyediakan
tong sampah organik dan unorganik
e. Pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui budaya sekolah
Pelaksana : seluruh Warga sekolah
Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana terjadi interaksi
antar Warga sekolah. Interaksi tersebut terikat oleh berbagai aturan, norma,
dan etika yang berlaku di sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan,
toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan

B. BIAYA
1. SUMBER DANA
APBD PROPINSI SUMATERA BARAT
APBD KABUPATEN SOLOK
KOMITE SMA N 1 GUNUNG TALANG
2. RENCANA PENGELUARAN
• ADMINISTRASI
1. ATK Rp 940.000,00
2. penyusunan proposal
a. Honor panitia menyusun proposal Rp 2.000.000,00
b. Konsumsi panitia menyusun proposal Rp 80.000,00
b. Transpor panitia mengantar proposal ke
Padang Rp 200.000,00
3. penyusunan Laporan
a. Honor panitia menyusun laporan Rp 2.000.000,00
b. Konsumsi panitia menyusun laporan Rp 80.000,00
b. Tanspor panitia mengantar laporan ke
padang Rp 200.000,00
• KEGIATAN BERBASIS IMTAQ / KARAKTER
1. Kegiatan Sosialisasi Pendidikan
karakter bernuansa surau
a. Honor Instruktur 2 oang @ Rp 500.000,- Rp 1.000.000,00
b. Konsumsi panitia, peserta dan instruktur 75 orang Rp 3.000.000,00
@ Rp 20.000,-X 2 hari
c. Uang harian peserta Sosialisasi 75 orang Rp 3.750.000,00
@ Rp 25.000,-X 2 hari
2. Honor instruktur ESQ Rp 2.700.000,00
3. Pengintegrasian Pendidikan
berkarakter kedalam mata pelajaran
a. Honor Instruktur Rp 250.000,00
b. Konsumsi panitia, peserta dan instruktur 54 orang Rp 1.080.000,00
@ Rp 20.000,
c. Uang harian peserta Pelatihan pengintegrasian 54
orang @ Rp 25.000 Rp 1.350.000,00
4. Ceramah agama
a. Honor Ustaz 10 kali pertemuan @ Rp 200.000,- Rp 2.000.000,00
b. Snek panitia, peserta dan instruktur 70 orang Rp 1.400.000,00
@ Rp 2.000,- X 10 Kali Pertemuan
5. Honor Panitia Pelaksana pendidikan berkarakter Rp 6.000.000,00
bernuansa surau
6. penunjang kegiatan / evaluasi program 2 kali
pertemuan di Hill Hotel Bukittinggi Rp 5.500.000,00
sebanyak 3 oarng
• PENGEMBANGAN DIRI :
1. Kader Muballigh
a. Honor pembina 4 orang @ Rp25.000,- Rp 1.500.000,00
15 Kali pertemuan
b. Konsumsi panitia 4 orang @ Rp20.000,- ,
15 Kali pertemuan Rp 1.200.000,00
2. Silat
Honor pembina 2 orang Rp 25.000,- X
10 Kali Pertemuan Rp 500.000,00
3. Pemahaman Undang-undang Dasar / Pancasila
a. Honor pembina 2 orang Rp 25.000,- ,
10 Kali Pertemuan Rp 500.000,00
b. Konsumsi panitia / pembina 2 orang Rp 20.000,- , Rp 400.000,00
10 Kali Pertemuan
3. Nasyid / Musik islami
a. Honor pembina 4 orang Rp 25.000,-
10 Kali Pertemuan Pertemuan Rp 1.000.000,00
b. Konsumsi panitia / pembina 4 orang Rp 20.000,- Rp 800.000,00
10 Kali Pertemuan
4. Pembiasaan
1. hadiah lomba 6 K Rp 600.000,00
2.Honor mentor kegiatan : Rp 20.000.000,00
a. Shalat zuhur berjaah
b. 5 S
c. Shalat duha
d. Shalat jum'at
e. Melaksanakan kegiatan sosial
f. Bulan bakti
g. Kultum setiap hari Jum'at
h. Membaca doa dan Al Qur'an
pada awal dan akhir PBM
i. Tahfiz Al Qur'an
j.melaksanakan shalat ashar berjamaah
dan pulang sesudah shalat ashar
4. .Reword bagi guru yang datang pagi Sebelum
07.15 Wib dan pulang sesudah shalat ashar Rp 10.000.000,00
5. penunjang kegiatan / evaluasi program 2 kali
pertemuan Rp 2.750.000,00
di Hill Hotel Bukittinggi sebanyak 3 oarng


• PENGEMBANGAN KULTUR SEKOLAH DAN
SARANA PENUNJANG
1. Membeli tikar mushalla 10 gulung @ Rp 525000 Rp 5.250.000,00
2. Membuat slogan, spanduk dan lain-lain Rp 1.090.000
3. membeli sandal untuk mushalla 70 pasang @ 20.000,- Rp 1.400.000
4. Pembelian Sound system untuk mushalla 1 Paket Rp 6.000.000,00
J u m l a h Rp 86.520.000,00

C. TRATEGI
a. Starategi I,
Dengan melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan pendidikan
karakter bernuansa surau, yakni :
1. Kepala sekolah
2. Wakil Kepala Sekolah
3. Guru
4. Pegawai Tata Usaha
5. Komite Sekolah
6. Pemda Kabupaten Solok

b. Strategi II
Dengan Membentuk Panitia , antara lain :
No Nama Jabatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15 Milbusri,S.Pd, MM
Drs. Ali Imran
Oksrinola Putrilia, SE
Dra. Hj. Darnis
Nofriza, S.Pd.I
Doni Jaswanda, S.Pd.I
Sulasman, S.Pd
Rizal Ikhlas, M.Pd
Drs.Ridwan Musa
Elmi Yunisra, S.Pd
Drs. Raflis Yunus
Dra. Nelza Israninda
Nurhemida, Ma
Susmaini, S.Pd
Dra. Marlis Penanggung Jawab
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota

c. Strategi III,
Dengan menyusun tugas panitia, sebabgai berikut :
No Jabatan Uraian Tugas
1 Penanggung Jawab Melakukan pembinaan dan arahan kepada panitia pelaksana
2 Ketua
Mengkordinir pelaksanaan program pendidikan karakter bernuansa surau pada SMA N 1 Gunung Talang
3 Sekretaris
Melaksanakan kegiatan dibidang Administrasi pelaksanaan program pendidikan karakter bernuansa surau pada SMA N 1 Gunung Talang
4 Bendahara
Melakukan pembayaran yang berhubungan dengan pelaksanaan program pendidikan karakter bernuansa surau pada SMA N 1 Gunung Talang setelah disetujui Penanggung Jawab / Ketua Pelaksana
5 Anggota
Membantu kelancaran pelaksanaan program pendidikan karakter bernuansa surau pada SMA N 1 Gunung Talang





d. Strategi III,
Dengan menyusun Implementasi Pendidikan Karakter bernuansa surau

NO
NILAI KARAKTER
INDIKATOR PENCAPAIAN PEMBELAJARAN

1 Religius • Beraqidah lurus
• Beribadah yang benar
• Berdo’a sebelum mulai dan sesudah selesai pembelajaran
• Mengaitkan materi pembelajaran dengan kekuasan Tuhan Yang Maha Kuasa
• Melaksanakan shalat dhuha
• Melaksanakan shalat zhuhur secara berjamaah
• Melaksanakan shalat ashar secara berjamah
Tahfiz Al Qur’an min 1 juz
Program Tahfiz
 Setoran hafalan 1 juz ayat Al Qur’an
Program penunjang
 Tilawah Al quran / tahfiz sesudah shlat zuhur berjamah selama 5 menit.
 Musabaqah hifzil quran
 Reward discount SPP bagi yang hafal diatas 3 juz
2 Jujur • Membuat laporan hasil percobaan sesuai dengan data yang diperoleh.
• Tidak pernah menyontek dalam ulangan
• Tidak pernah berbohong dlm berbicara
• Mengakui kesalahan
• Terbuka dalam memberi penilaian kepada peserta didik
3 Toleransi • Pelayanan yang sama terhadap peserta didik tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
• Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus.
• Bekerja dalam kelompok dengan teman-teman yang berbeda jenis kelamin, agama, suku, dan tingkat kemampuan
• Tidak memaksakan pendapat atu kehendak kepada orang lain
• Hormat menghormati ( tau kato nan ampek )
• Raso jo pareso
• Baso basi
• Sopan santun
• Raso jo pareso
• Manyauk dihikie hilie bakato dibawah-bawah
4 Disiplin • Hadir tepat waktu
• Mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran
• Mengikuti prosedur kegiatan pembelajaran
• Menyelesaikan tugas tepat waktu
5 Kerja keras • Berupaya dengan gigih untuk menciptakan semangat kompetisi yang sehat
• Substansi pembelajaran menantang peserta didik untuk berpikir keras
• Menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru
• Berupaya mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi

6 Kreatif • Menciptakan situasi belajar yang mendorong munculnya kreativitas peserta didik
• Memberi tugas yang menantang munculnya kreativitas peserta didik (tugas projek, karya ilmiah, dsb)
• Menghasilkan suatu karya baru, baik otentik maupun modifikasi
7 Mandiri • Dalam ulangan tidak mengharapkan bantuan kepada orang lain
• Penyelesaian tugas-tugas yang harus dikerjakan secara mandiri
• Mempresentasikan hasil pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan
• Memotivasi peserta didik untuk menumbuhkan rasa percaya diri
8 Demokratis • Pembelajaran yang dialogis dan interaktif
• Keterlibatan semua peserta didik secara aktif selama pembelajaran
• Menghargai setiap pendapat peserta didik
9 Rasa ingin tahu • Penerapan eksplorasi dan elaborasi dalam pembelajaran
• Memanfaatkan media pembelajaran (cetak dan elektronik) yang menumbuhkan keingintahuan
• Menumbuhkan keinginan untuk melakukan penelitian
• Berwawasan yang luas
10 Semangat kebangsaan • Bekerjasama dengan teman yang berbeda suku/etnis
• Mengaitkan materi pelajaran dengan peristiwa yang menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism
11 Cinta tanah air • Menyanyikan lagu-lagu perjuangan
• Diskusi tentang kekayaan alam, budaya bangsa, peristiwa alam, dan perilaku menyimpang
• Menumbuhkan rasa mencintai produk dalam negeri dalam pembelajaran
• Menggunakan media dan alat-alat pembelajaran produk dalam negeri
12 Menghargai prestasi • Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menampilkan ide, bakat, dan kreasi
• Pujian kepada peserta didik yang telah menyelesaikan tugas dengan baik, mengajukan ide cemerlang, atau menghasilkan suatu karya
• Trampil
13 Bersahabat/ komunikatif • Pengaturan kelas memudahkan peserta didik berinteraksi
• Diskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah
• Melakukan bimbingan kepada peserta didik yang memerlukan
• Mengajukan dan menjawab pertanyaan dengan santun
• Menyajikan hasil tugas secara lisan atau tertulis
14 Cinta damai • Tidak saling mengejek dan memburuk-burukkan orang alin
• Saling menjalin kerjasama dan tolong menolong
• Menciptakan suasana damai dilingkungan sekolah
• Saiyo sakato / sahino samalu
15 Gemar membaca • Penugasan membaca buku pelajaran dan mencari referensi
• Peserta didik lebih mengutamakan membeli buku dibanding dengan yang lainnya
16 Peduli lingkungan • Kebersihan ruang kelas terjaga
• Menyediakan tong sampah organik dan unorganik
• Hemat dalam penggunaan bahan praktik
• Penanganan limbah bahan kimia dari kegiatan praktik
17 Peduli social • Tanggap terhadap teman yang mengalami kesulitan .
• Tanggap terhadap keadaan lingkungan
• Kaba baiak bahimbauan, kaba buruak ba hambauan
• Barek samo dipikuo, ringan samo dijinjiang
18 Tanggung jawab • Selalu melaksanakan tugas sesuai dengan aturan/kesepakatan
• Bertanggung jawab terhadap semua tindakan yang dilakukan

D. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan Peogram Kegiatan Pendidikan Karakter Bernuansa Surau dilaksan
dari bulan April 20111 sd Desember 2011































BAB IV
P E N U T U P

A. KESIMPULAN
pendidikan karakter yang bernuamsa surau dilakukan melalui integrasi pada mata pelajaran,
pengembangan diri dan budaya sekolah. Pendidikan budaya dan karakter bangsa pada intinya
bertujuan mengembangkan karakter setiap individu agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur
Pancasila; mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku
baik, memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; dan meningkatkan
peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Proses ini melibatkan kerjasama
seluruh warga sekolah. Sehubungan dengan itu, pendidikan karakter yang bernuamsa surau
di SMA Negeri 1 Gunung Talang dilakukan dengan pendekatan sistematik dan integratif dengan
optimalisasi seluruh sumber daya pendukung yang ada di sekolah, keluarga, dan di
masayarakat. Adapun pendanaannya bersumber dari APBD Propinsimsi Sumatera Barat,
APBD Kabupaten Solok dan Komite SMA N 1 Gunung Talang

B. SARAN
1. Agar program ini dapat terlaksana dengan baik, dibutukan dukungan dari semua pihak
( warga sekolah, masyarakat dan pemerintah )
2. Agar pendanaan Program ini dapat ditingkatkan dimas ayang akan datang