Minggu, 13 November 2011

ilmu tajwid

Tajwid dasar:
1. Makharijul Huruf
2. Shifatul Huruf
3. Ahkamul Huruf
4. Ahkamul Mad wal Qashar
5. Ahkamul Waqaf wal Ibtida’

Nafi’ - Qalun
- Warasy

Ibnu Katsir - Al Bazzy
- Qumbul

Abu ‘Amru - Duri
- Susi

Ibnu ‘Amir - Hisyam
- Ibnu Zakwan

‘Ashim - Syu’bah
- Hafash

Hamzah - Khalaf
- Khalad

Kisa’I - Duri
- Abul Haris


Murattibul Qiraah

1. Tilawah / Mujawad : Yaitu membaca al-Qur’an dengan pelan, sesuai dengan kaedah-kaedah ilmu tajwid, suara dan lagu yang baik serta memahami ma’na ayat, seperti MTQ.

2. Nadar / Tahdir : Yaitu membaca al-Qur’an dengan cepat tanpa mengabaikan ilmu tajwid seperti orang takrir (mengulang hafalan al-Qur’an)

3. Tadwir / Tartil : Yaitu membaca al-Qur’an antara Tilawah dengan hadar,seperti MTQ Cabang Tartil

4. Tahqiq : Yaitu membaca al-Qur’an dengan pelan seperti Tilawah tanpa lagu, seperti anak-anak baru bisa baca al-Qur’an atau seperti muballigh baca al-Qur’an.



Syarat-syarat keberhasilan seorang guru al-Qur’an :
1. Harus memiliki ilmu jiwa anak
2. Harus mampu menguasai local
3. Disiplin, sabar, ikhlas.
4. Menguasai materi ajar meliputi :
a. Makharijul huruf
b. Shifatul huruf
c. Hukum-hukum huruf
d. Ahkamul mad wal qashar
e. Ahkamul waqaf wal ibtida’
f. Al musykilat fil qiraah.
g. Menguasai lagu Murattal










1. Al Jauf : huruf yang keluar dari padanya adalah semua huruf mad yaitu
ا ي و
2. Al Lisan : a. pangkal lidah ق
b. keluar sedikit dari pangkal lidah ك
c. tengah lidah dengan langit-langit ي ش ج
d. ujung lidah dengan papan gigi sebelah atas ص ز س
e. ujung lidah dengan pangkal gigi sebelah atas ت د ط
f. ujung lidah dengan ujung gigi ث ذ ظ
g. pinggir lidah dengan geraham ض
h. ujung lidah dengan langit-langit ن
i. kepala lidah dengan langit-langit ل ر
3. Asy Syafatain : a. gigi atas dengan perut bibir sebelah bawah ف
b. antara dua bibir و
c. pada kedua perut bibir ب
d. pada kedua bibir م
4. Al Halaq : a. ujung tenggorokan غ خ
b. tengah tenggorokan ع ح
c. pangkal tenggorokan أ هخ

5. Al Khaisyum : Huruf yang keluar dari padanya adalah semua ghunnah (dengung)


Cara Mengajarkan Tanda Mati

Cara mengajarkan tanda mati sebaiknya dibantu dengan huruf latin, contoh :

= ABA – Jika Ba itu bertanda mati, maka buang bunyi vokal huruf akhir, karena di kelas satu diajarkan, jika berbaris di atas ditambah dengan bunyi “a”, baris di bawah di tambah dengan bunyi “i”, dan baris di depan di tambah dengan bunyi “u”.
اَ بَ= ABA اَ بْ= AB اَ تَ = ATA اَ تْ = AT
dan begitulah seterusnya.
Cara mengajarkan tanda tasydid

Setelah kita mengajarkan tanda mati, dengan cara seperti di atas, maka ketika mengajarkan tanda tasydid, kita hanya mengadakan huruf dobel / ganda saja, contoh :
اَ بَ = ABA اَ بَّ = ABBA\
اَ تَ = ATA اَ تَّ = ATTA dan begitulah seterusnya.

Cara mengajarkan mad / tanda panjang

1. Sesudah baris di atas ada alif saksi
•







2. Sesudah baris di depan ada waw mati








3. Sesudah baris di bawah ada ya mati






Catatan : apabila sesudah tanda panjang, ada tanda tasydid atau huruf mati, maka panjangnya tidak berlaku lagi.

     • •   ••   
4. Baris Tegak
•
 
•  •

•



5. Baris depan terbalik
  
 
 
 

 


Ghunnah / Bila Ghunnah

1. Setiap huruf nun dan mim bertanda tasydid

   ••   ••   ••    • ••   •   •   • •• 


                          •        • 


2.

Tidak dengung Dengung
ا ح خ ع غ
ء هب ل ر ب ت ث ج د ذ
ز س ش ص ض
ط ظ ف ق ك
م ن و ي
                          • 











             ••    
(QS. 2: 188)

 •                   •   (QS. 9: 75-76)

Hukum membaca Nun mati dan Tanwin





















Izhar yaitu : menjelaskan bunyi nun mati atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf yang enam
غ خ ع ح أ ها
Ikhfa yaitu : menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf yang 15
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Idgham Bighunnah yaitu : memasukkan bunyi nun mati atau tanwin kepada salah satu huruf yang empat serta berdengung
ي و م ن (يومن)
Idgham Bila ghunnah yaitu : memasukkan bunyi nun mati atau tanwin kepada salah satu huruf lam atau Ra serta tidak berdengung

Iqlab yaitu : melebur bunyi nun mati atau tanwin kepada bunyi mim mati apabila sesudahnya terdapat huruf Ba serta berdengung

Apabila Nun mati bertemu dengan huruf waw atau ya dalam satu kata, disebut dengan izhar muthlaq tidak boleh berdengung, seperti

الدُنْيَا- صِنْوَان – قِنْوَان- بُنْيَان


Hukum membaca mim mati ( مْ )

Hukum membaca mim mati apabila bertemu dengan huruf Hijaiyah ada 3 macam yaitu :
1. Idgham Mutamatsilain yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf mim, contoh :
 • -  •
2. Ikhfa Syafawi yaitu apabila mim mati bertemu dengan huruf Ba, contoh :

  
3. Izhar Syafawi yaitu apabila Mim mati bertemu dengan huruf selain Mim dan Ba








Hukum Ro
Hukum Ro itu ada 3 macam yaitu :
1. Tafkhim (tebal)
2. Tarqiq (tipis)
3. Wajhain (boleh 2 macam)

Huruf Ro itu dibaca Tafkhim apabila :
1. berbaris di atas atau di depan, seperti :

- 

2. mati sebelumnya berbaris di atas atau di depan, seperti


- 

3. dimatikan karena wakaf, sedangkan sebelumnya berbaris di atas atau di depan, seperti :

- 

4. dimatikan, sebelumnya alif saksi atau waw mati, seperti :

- 

5. dimatikan, sebelumnya ada huruf mati dan sebelumhuruf mati itu berbaris di atas atau di depan, seperti :
 
- 



Kecuali jika huruf yang mati sebelum Ro itu, huruf isti’la seperti :

- 

6. Huruf Ro itu mati, tetapi posisinya sebagai fa fi’il seperti :

- 

7. Huruf Ro itu mati, sebelumnya kasrah, tetapi sesudahnya huruf Isti’la, contoh:

- •



Huruf Ro itu dibaca tarqiq (tipis) apabila

1. berbaris di bawah, seperti

- 

2. Ro itu mati sebelumnya berbaris di bawah seperti 
3. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya berbaris di bawah, seperti :

4. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya ada huruf ya mati, contoh :

5. Ro itu dimatikan karena wakaf, sebelumnya ada huruf mati dan sebelum huruf mati itu berbaris di bawah, contoh :
••
- 

Ro itu boleh dibaca wajhain (dua macam)
Adapun huruf yang boleh dibaca dua macam (boleh tebal dan boleh tipis) hanya satu tempat dalam al-Qur’an yaitu terdapat di dalam surat Asy syu’ara ayat 63
 
Idgham

Idgham itu terbagi kepada 3 macam:
1. Idgham Mutamatsilain yaitu apabila bertemu dua huruf yang sama, yang pertama mati sedangkan yang kedua berbaris, maka di idghamkan yang pertama kepada yang kedua, contoh :

-  

2. Idgham mutaqaribain, yaitu apabila bertemu dua huruf yang berdekatan makhraj dan shifatnya, huruf yang pertama mati dan huruf kedua berbaris, maka di idghamkan huruf yang pertama kepada yang kedua, contoh :

- • 

3. Idgham Mutajanisain, yaitu apabila bertemu dua huruf yang sejenis, maksudnya makhraj sama, sifatnya berlainan/ berlawanan, huruf yang pertama mati dan yang kedua berbaris, maka di idghamkan yang pertama kepada yang kedua, contoh :

- 

-  



Huruf Syamsiah dan Qomariah
Cara membaca alif lam ( ) apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, maka cara membacanya ada dua macam :
Pertama, alif lamnya di lebur (tidak dibaca) apabila bertemu dengan dalah satu huruf syamsiah, hurufnya ada 14 yaitu :
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh :

- 
Kedua, alif lamnya tetap dibaca/ tampak dalam bacaan, apabila alif lam itu bertemu dengan salah satu huruf Qomariah, hurufnya 14 juga yaitu :
ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ها ي
Contoh :
•
- 
- 







1. mad wajib muttashil
2. mad jaiz munfashil
3. mad aridh lissukun
4. mad iwadh
5. mad Badal
6. mad Shilah Qashirah
7. Mad Shilah Thawilah
8. Mad Lain
9. Mad Tamkin
10. Mad Farqy
11. Mad Lazim Mutsaqal Kalimi
12. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi
13. Mad Lazim Mutsaqal Harfi
14.Mad Lazim Mukhaffaf Harfi 1. Sesudah baris di atas ada alif saksi, contoh : 
2. Sesudah baris di bawah ada ya mati, contoh :
- 
3. Sesudah baris di depan ada wau mati, contoh :
-

1. Mad Wajib Muttashil adalah apabila sesudah mad asli terdapat huruf hamzah dalam satu kata, panjangnya 2 alif, contoh :

- 

- 

2. Mad Jaiz Munfashil adalah apabila sesudah mad asli terdapat huruf hamzah dalam dua kata, panjangnya boleh satu alif sebaiknya 2 alif : contoh :


- 

- 


3. Mad Aridh Lissukun yaitu mad yang terjadi ketika waqaf dengan mematikan huruf terakhir dan sebelumnya ada mad asli panjangnya 2, 4 dan 6 harakat, contoh :
••

- 

- 

4. Mad Iwadh yaitu mad yang terjadi ketka waqaf pada huruf yang berbaris dua di atas selain ta marbuthah ( ) Panjangnya satu alif, contoh :
•
- •

5. Mad Badal yaitu mad pengganti hamzah sakin, panjangnya satu alif, contoh :

- 
- 

6. Mad Shilah Qashirah yaitu mad yang terdapat pada huruf Ha dhamir muzakar, panjangnya satu alif ketika washal, contoh :


- 

7. Mad Shilah Thawilah yaitu mad yang terdapat pada huruf Ha dhamir muzakar yang sesudahnya ada hamzah panjangnya 2 alif ketika washal, contoh :

 

- 

8. Mad Lain yaitu huruf wau atau ya mati yang didahului oleh fathah, panjangnya ketika waqaf sama dengan mad Aridh lissukun, contoh :
 

- 
9. Mad Tamkin yaitu mad yang terdapat pada huruf ya kasrah yang bertasydid, panjangnya satu alif contoh :
• 

- 

- 

10. Mad Farqy yaitu mad pembeda antara hamzah istifham dengan hamzah washal, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

11. Mad Lazim Mutsaqal kalimi yaitu apabila sesudah mad 3 alif ada huruf yang bertasydid, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

12. Mad Lazim mukhaffaf kalimi yaitu apabila sesudah mad 3 alif ada huruf mati, panjangnya 3 alif, contoh :

13. Mad Lazim Mutsaqal harfi yaitu mad yang terdapat pada huruf-huruf potong (huruf hijaiyah) di awal beberapa surat dalam al-Qur’an, apabila sesudah mad 3 alif itu ada huruf yang diidghamkan, panjangnya 3 alif, contoh :


- 

- 

14. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi yaitu mad yang terdapat pada huruf-huruf potong (huruf hijaiyah) di awal beberapa surat dalam al-Qur’an, apabila sesudah mad itu tidak ada huruf yang diidghamkan, panjangnya ada yang 3 alif dan ada pula yang satu alif, contoh :


- 

Untuk lebih jelasnya lihat contoh di bawah ini


- 

- 
= 




- 

- 
= 




- 

- 
- 
- 

= 




= 

نَقَصَ عَسَلُكُمْ
= 


Cara berwaqaf / berhenti

Pada dasarnya berwaqaf dalam membaca al-Qur’an itu adalah dengan mematikan huruf akhir, kecuali beberapa macam saja yaitu :
1. Jika huruf terakhirnya berbaris dua di atas, maka ketika waqaf di baca dengan baris satu dan dipanjangkan satu alif kecuali ta marbuthah, seperti :

- 
2. Jika huruf terakhir itu mad ashli, maka tetap dipanjangkan satu alif, contoh :

- 
3. Jika huruf terakhirnya ta marbuthah, maka cara mewaqafkannya adalah dengan mematikan ta tersebut dan ditukar dengan Ha : contoh

- 
4. Wakaf yang huruf terakhirnya bertanda tasydid, contoh :
a.

- 
b.


- • •

c.


- ••

Cara Ibtida’ pada Hamzah Washal

Cara Ibtidak pada hamzah washal secara umum terbagi tiga macam saja yaitu :
1. Hamzah washal diberi dengan baris di atas apabila memulai bacaan pada alif lam Ta’rif, contoh :
•
- 
- 
2. Hamzah itu diberi dengan baris di depan, apabila sesudah hamzah washal itu huruf mati dan sesudah huruf mati itu berbaris di depan, contoh :

- 
- 
3. Selain bentuk yang dua di atas umum di beri baris di bawah, contoh :

- 
- 


Shifat-Shifat Huruf


Aridh Lazim


Tidak punya lawan punya lawan














* Penjelasan tentang shifat-shifat huruf yang punya lawan *

1. Jahar yaitu membunyikan huruf dengan tidak bernafas / berhembus hurufnya
عظم ورن قارئ ذيغض جد طلب
2. Mahmus lawan dari jahar yaitu berhembus angin ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya
فحثه شخص سكت
3. Syiddah yaitu tertahan suara dan nafas ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya :
اجد قط بكت
4. Rakhawah adalah lawan dari syiddah yaitu tidak tertahan suara dan nafas ketika mengucapkan huruf itu, hurufnya :
خذ غث حظ فض شوص ز ي سا ه
5. Tawasuth yaitu pertengahan antara Syiddah dengan Rakhawah
لن عمر
6. Isti’la yaitu terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit ketika mengucapkan huruf itu yang mengakibatkan bunyi huruf itu agak besar, hurufnya :
خص ضغط قظ
7. Istifal yaitu lawan Isti’lak, membunyikan huruf dengan tidak terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit, hurufnya :
ثبت عز مى يجود حرفه اذ سل شكا
8. Ithlaq yaitu membunyikan huruf dengan terkatupnya pertengahan lidah ke langit-langit, sehingga bunyinya lebih besar hurufnya :
صضطظ
9. Infitah yaitu lawan Idhbaq, membunyikan huruf dengan tidak terkatup tengah lidah ke langit-langit, hurufnya :
من اخذ وجد سعة فز كا حق له شرب غيث
10. Izlaq yaitu membunyikan huruf dengan ringan / lancar hurufnya :
فرمن لب
11. Ishmat yaitu lawan Izlaq membunyikan huruf dengan tidak ringan, hurufnya :
جز غش ساخط صد ثقة اذ و عظه يحضك

Penjelasan tentang shifat-shifat huruf yang tidak punya lawan :
1. Shafir yaitu membunyikan huruf dengan berdesir, hurufnya : ز ص س
2. Qalqalah yaitu membunyikan huruf dengan suara yang berlebih dari makhrajnya, hurufnya : قطب جد
3. Lain yaitu membunyikan huruf dengan lunak lembut ketika huruf itu mati dan sebelumnya berbaris fathah, hurufnya :و ي
4. Inhiraf yaitu membunyikan huruf dengan melenturkan lidah, hurufnya : ل ر
5. Takrir yaitu membunyikan huruf dengan tidak bergeletar hurufnya : ر

6. Tafasysyi yaitu membunykan huruf dengan angina bertebar dalam mulut, hurufnya ش
7. Istithalat yaitu membunyikan huruf dengan suara bergerumut, hurufnya ض
8. Ghunnah yaitu membunyikan huruf dengan dengung disebut juga huruf khaisyum, hurufnya ن م
Adapun shifat huruf yang aridh, umumnya sudah diterangkan terdahulu, kecuali saktah dan bacaan-bacaan musykilat yang ada dalam Alquran, diantaranya :
1. Imalah yaitu memiringkan bacaan pada harkat fathah hal ini ada satu tempat dalam al Quran yaitu surat Hud ayat 41 berbunyi
 
2. Isymam yaitu memberikan isyarat harkat dammah dengan mulut, hal ini ada satu tempat alam al-Qur’an yaitu surat Yusuf ayat 11 berbunyi
•
3. Tashil artinya memudahkan bacaan, hal ini ada satu tempat dalam al-Qur’an yaitu surat Fushshilat ayat 44 berbunyi
•
4. Naqal yaitu memindahkan harkat hamzah kepada huruf mati yang terletak sebelumnya, ini juga satu tempat dalam al-Qur’an yaitu surat al Hujurat ayat 11 berbunyi :
 
5. Saktah, yaitu berhenti sejenak tanpa mengambil nafas baru hal ini ada 4 tempat dalam al-Qur’an yaitu :
1. Surat al Kahfi ayat 1 berbunyi :
   
2. Surat Yasin ayat 52 berbunyi :
 •
3. Surat al-Qiyamah ayat 27 berbunyi :
  
4. Surat al-Muthaffifin ayat 14 berbunyi :
  

















Oleh:



Drs. Johannis Suhaimi, SMIQ


BIODATA



Nama : Drs. Johanis Suhaimi, SMIQ
Tempat/ Tgl. Lahir : Batusangkar 1962
Alamat : Jl. Pasir Parupuk No. 31 RT. 01 RW 17
Parupuk Tabing Padang
HP : 08126755447- Telp. (0751) 7875162
Pekerjaan : Dosen STAIPIQ Sumatera Barat

Pengalaman : * Juri MTQ TK I Sumatera Barat dari 1991 – 2007
* Pelatih Kafilah MTQ Nasional dari tahun 2002 – 2008
* Penatar Juri TK Sumatera Barat dari tahun 2004
* Guru TPA dari 1986 – sekarang

Prestasi : 1. Juara I Hafizh 30 Juz tahun 1988 TK Sumatera Barat di Sawahlunto Sijunjung
2. Harapan II Hafiz TK Nasional th 1989 di Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar