Sabtu, 01 Januari 2011

INDAHNYA KELUARGA BAHAGIA

INDAHNYA KELUARGA BAHAGIA
Setiap manusia yang telah mengambil keputusan untuk berumah tangga, pastilah mengharapkan agar nantinya rumah tangganya akan berjalan dengan tenteram, damai, berkecukupan, tenang dan bahagia dalam setiap sisi kehidupannya. Namun setiap harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Banyak kejadian yang ternyata jauh dari harapan. Onak dan duri baik besar dan kecil pastilah akan selalu mewarnai dalam kehidupan rumah tangga.
Apabila onak dan duri yang ada tidak bisa dihadapi, maka pastilah akan menimbulkan berbagai macam permasalahan, yang apabila tidak disikapi dengan dewasa, akan menyebabkan pertengkaran-pertengkaran. Apabila salah satu pihak tidak mau mengalah, maka rasa cinta yang dulu tertanam akan berubah menjadi kebencian. Kebencian yang terus terjadi dari hari ke hari akan menyebabkan keruntuhan terhadap pondasi rumah tangga. Hanya saja, ini sudah menjadi sunnatullah, karena siapa yang berani menikah, harus berani pula menghadapi setiap tantangan dan rintangan yang menghadang.
Masalah-masalah akan datang silih berganti, tanpa kenal waktu, bahkan kadang bersamaan. Kita bahkan tidak bisa memprediksikan bagaimana masalah-masalah itu timbul, yang tidak jarang berkembang dengan sangat pesat, padahal mulanya hanya permasalahan sepele saja. Masalah-masalah tersebut di atas bisa terjadi oleh semua rumah tangga, tanpa memandang status sosial, tingkat pendidikan, orang kota dan desa, yang sudah lama menikah maupun yang baru menikah. Dibutuhkan kearifan dan kedewasaan dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Terkadang kita tidak menyadari, bahwa masalah yang muncul terkadang malah menjadi perekat rumah tangga yang sudah kehilangan vitalitasnya.
Nasihat Nabi Muhammad SAW berikut patut menjadi panduan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga. Kata Nabi, seorang yang yang beriman tidak boleh membenci pasangannya. Jika ada perilaku yang tidak disukai, boleh jadi dia menyukai perilakunya yang lain. Nasihat nabi ini memang benar-benar mengandung makna yang dalam, karena memang benar tidak semua yang ada pada pasangan kita itu buruk.
Faktanya, ada yang baik dan ada pula yang buruk. Jangan sampai kita memutuskan tidak menyukai pasangan, hanya lantaran ada sebagian perilakunya yang tidak kita sukai. Jika itu terjadi, penyesalan tak berkesudahan mungkin akan kita rasakan di kemudian hari. Kecuali, bila itu memang suatu kesalahan yang fatal, yang tidak dibenarkan dalam kehidupan berumah tangga baik secara norma sosial maupun norma agama, seperti melakukan kekerasan fisik dan psikis yang berlebihan atau melakukan perselingkuhan.
Hal inilah yang sering terjadi pada masyarakat kita dewasa ini. Bahkan, ada orang yang ingin berpisah dengan pasangannya hanya lantaran sudah tidak cocok dengan alasan yang dicari-cari. Kita seharusnya berfikir, bahwa belum tentu dengan perceraian, kita akan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari yang sekarang. Pasangan yang sekarang kita sudah tahu segala macam tabiat dan kebiasaannya. Sementara pasangan yang mungkin akan menggantikan pasangan kita sekarang, masih menjadi sebuah misteri.
Apabila kita berfikiran seperti itu, kenapa tidak coba untuk memperbaiki bangunan cinta yang hampir koyak? Kita harus berfikir bahwa membangun dari awal lebih mahal daripada memperbaiki. Bila ada sikap dan perilaku pasangan kita yang tidak cocok dengan perasaan kita, kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam dunia ini. Tidak ada orang yang bisa memuaskan seratus persen keinginan pasangannya. Bantulah pasangan kita untuk memperbaiki apa yang tidak baik pada dirinya. Asal mau diingatkan akan kekurangan-kekurangannya dan mau memperbaiki diri, untuk apa mesti mengukuhkan ego kita?
Lihatlah sisi baik yang ada pada pasangan kita, yang membuat kita jatuh cinta padanya sehingga menyebabkan kita ingin hidup berdampingan dengannya seumur hidup kita. Hal ini harus ditanamkan dalam benak kita. Kita juga dianjurkan untuk membuat variasi-variasi dalam hubungan seksual dengan pasangan supaya keharmonisan tetap terjaga. Komunikasi juga harus di rajut lagi, agar simpul-simpul yang longgar akan erat kembali. Ingatkan kembali memori-memori indah ketika awal pertemuan dahulu, yang akan menciptakan kembali kenangan manis atau berkunjung ke tempat-tempat yang benar-benar bisa melepaskan kepenatan dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Berpisah kadang menjadi solusi, tetapi tidak semua perpisahan menjadi solusi. Selama kita mau mencoba dan ikhlas menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita, pastilah perpisahan akan jauh dari pemikiran dan InsyaAllah rumah tangga akan diliputi oleh keberkahan dari Allah SWT. Amin..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar