Sabtu, 25 Desember 2010

FUNGSI AL QUR’AN

FUNGSI AL QUR’AN

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Dalam penyusunan tugas ini, kami menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan, karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kami milki. Namun demikian kami sangat merasakan bahwa hal tersebut merupakan pendorong untuk dapat memperbaiki dan melangkah lebih baik lagi.
Semoga laporan makalah ini dapat membantu memperbaiki nilai mata pelajaran yang bersangkutan.
Terima kasih.


Wassalam

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………….....…… i
DAFTAR ISI………………………………………….………………..........…. ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………....…..1
A. Latar Belakang Masalah………………………………………..... 1
B. Perumusan Masalah……………………………………………… 1
C. Tujuan……………………………………………………………. 1
BAB II PEMBAHASAN TEORI……………………………………2
A. Pengertian Al-Qur’an.……………………………………………. 2
B. Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup…………............................... 2
C. Akibat Baik Orang Yang Berpedoman Al-Qur’an………………. 3
D. Kelebihan Al-Qur’an dibandingkan Kitab Suci yang lain.………. 3
BAB III PENUTUP………………………………………………. 5
A. Kesimpulan………………………………………………………. 5
B. Saran…………………………………………………………….... 5
DAFTAR PUSTAKA…………….......……………………..........…. 6

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebelum Al-Qur’an diturunkan, masyarakat Arab hidup dalam kegelapan. Mereka juga disebut masyarakat jahiliah karena tidak mampu memilih petunjuk yang benar. Mereka banyak menyimpang dari agama tauhid yang telah diajarkan nabi sebelumnya. Setelah Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah swt. untuk menyampaikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang benar, sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang menolak. Mereka yang semula menyembah berhala, kemudian menyembah Allah swt. dan mau mengikuti ajaran Islam.

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci agama samawi yang terjamin keasliannya, baik tuisan maupun isinya. Ribuan umat Islam di dunia ini sanggup menghafalnya secara tuntas. Tidak ada satu kitab didunia ini yang dapat dihafalkan manusia secara tuntas, kecuali Al-Qura’an.
Allah swt. menjaga keaslian Al-Qur’an dengan cara menakdirkan sebagian hamba-Nya mampu menghafalkan Al-Qur’an dengan ketulusan hati tanpa mengharapkan imbalan dan penghargaan dari sesama manusia. Keaslian Al-Qur;an tidak hanya diakui umat Islam. Orang non Islam pun sangat mengakui keaslian Al-Qur’an. Sejak pertama kali diwahyukan sampai sekarang Al-Qur’an masih tetap terpelihara keasliannya dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

B. Perumusan Masalah
1. Bagaimana fungsi Al-Qur’an dalam kehidupan manusia?
2. Bagaimana isi dan kandungan Al-Qur’an?
3. Bagaimana perbandingan Al-Qur’an dengan kitab lain?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian Al-Qur’an,
2. Mengetahui hikmah dan fungsi Al-Qur’an bagi manusia,
3. Mengetahui pokok-pokok isi kandungan Al-Qur’an,
4. Mengetahui kelebihan dan keistimewaan Al-Qur’an.

BAB II
PEMBAHASAN TEORI

A. Pengertian Al-Qur’an
Al-Qur’an menurut bahasa berarti bacaan. Menurut istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah swt. yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir. Dinamakan Al-Qur’an karena merupakan kitab suci yang wajib di baca, dipelajari, dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik. Al-Qur’an diturunkan mempunyai tujuan untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu yakni Taurat, Zabur, dan Injil.
Al-Qur’an juga mempunyai nama-nama yang cukup banyak diantaranya :

- Al-Kitab yang berarti kitab,
- Al-Furqan yang berarti pembeda,
- Az- Zikir yang berarti peringatan,
- Al-Huda yang berarti petunjuk,
- An- Nur yang berarti cahaya.

B. Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Allh swt. menciptakan manusia di bumi ini dengan tujuan jelas, yakni sebagai khalifah di bumi. Agar manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai pengatur bumi, Allah swt. memberi bekal berupa pikiran dan perasaan. Akan tetapi, pikiran dan perasaan saja tidak cukup. Banyak orang yang pandai, tetapi kepandaiannya untuk mengalahkan pihak lain demi tercapainya keinginan sendiri. Banyak orang yang bertindak atau mengambil kebijakan berdasarkan perasaannya sendiri yang justru berakibat buruk. Oleh sebab itu, Allah swt. memberi petunjuk hidup berupa Al-Qur’an yang didalamnya berisi berbagai peraturan, ancaman, dan kabar gembira.
Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci agama samawi yang terjamin keasliannya, baik tuisan maupun isinya. Ribuan umat Islam di dunia ini sanggup menghafalnya secara tuntas. Tidak ada satu kitab didunia ini yang dapat dihafalkan manusia secara tuntas, kecuali Al-Qura’an.
Allah swt. menjaga keaslian Al-Qur’an dengan cara menakdirkan sebagian hamba-Nya mampu menghafalkan Al-Qur’an dengan ketulusan hati tanpa mengharapkan imbalan dan penghargaan dari sesama manusia. Keaslian Al-Qur;an tidak hanya diakui umat Islam. Orang non Islam pun sangat mengakui keaslian Al-Qur’an. Sejak pertama kali diwahyukan sampai sekarang Al-Qur’an masih tetap terpelihara keasliannya dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Al-Qur’an juga berfungsi sebagai pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

C. Akibat Baik Orang Yang Berpedoman Al-Qur’an
Orang yang berpedoman pada Al-Qur’an berarti telah memperoleh petunjuk dari Allah swt. dan akan memperoleh manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat itu antara lain:
1) Mempunyai pegangan hidup yang jelas sehingga hati tidak bimbang,
2) Memperoleh petunjuk tentang tujuan hidup yang benar, yakni menghambakan diri kepada Allah swt,
3) Tenang dalam menghadapi persoalan hidup karena yakin bahwa semua yang terjadi di dunia ini sebagai ujian dari Allah swt.

D. Kelebihan Al-Qur’an dibandingkan Kitab Suci yang lain
Sesuatu yang menjadi penyempurna pasti memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan yang disempurnakan. Al-Qur’an dikatakan sebagai kitab penyempurna karena memiliki kelebihan dari kitab-kitab suci sebelumnya. Kelebihan kitab suci Al-Qur’an dari pada kitab suci yang lain adalah sebagai berikut:
1) Segi keaslian Al-Qur’an,
Selama empat belas abad lebih kitab suci Al-Qur’an tidak mengalami perubahan sedikitpun, baik tulisan maupun isi kandungannya.
2) Segi isi Al-Qur’an,
Kelebihan ajaran Al-Qur’an dibanding dengan kitab suci yang lain diantaranya:
a. Dalam bidang ibadah, antara lain menjelaskan tentang shalat, zakat, puasa, dan haji.
b. Dalam bidang akidah, Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa satu-satunya sembahan manusia adalah yang hak adalah Allah swt.
c. Dalam bidang muamalah, Al-Qur’an menegaskan bahwa gotong royong yang dibenarkan dalam Islam adalah gotong royong dalam hal kebaikan dan ketakwaan,
d. Dalam bidang akhlakul karimah, Al-Qur’an memberi bimbingan kepada manusia agar memiliki akhlakul karimah,
e. Dalam bidang hukum, Al-Qur’an mengakui dan menghargai hak setiap manusia.
3) Segi Susunan Bahasanya,
Bahasa dalam Al-Qur’an mempunyai nilai sastra yang tinggi, sehingga Nabi Muhammad saw,. sendiri tidak sanggup untuk menandinginnya. Keindahan gaya bahasa Al-Qur’an hanya dapat dirasakan oleh orang yang paham terhadap sastra Arab.
4) Segi Misi yang Diemban
Al-Qur’an berlaku untuk selama-lamanya dan untuk semua manusia. Oleh sebab itu, kitab suci sebelum Al-Qur’an diakatakan temporer dan lokal. Sedangkan Al-Qur’an dikatakan abadi dan universal.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
1. Al-Qur’an diturunkan Allah swt. untuk menjadi pedoman hidup manusia agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Dengan Al-Qur’an manusia dikeluarkan dari kegelapan menuju cahaya terang benderang, yakni petunjuk Islam.
2. Al-Qur’an terjaga keasliannya sejak diturunkan sampai akhir zaman.
3. Pokok-pokok isi kandungan Al-Qur’an adalah masalah akidah, ibadah, muamalah, akhlakul karimah, tarikh, dan syariat.
4. Kelebihan Al-Qur’an dibanding kitab suci yang lain dapat di lihat dari segi keaslian Al-Qur’an, isi Al-Qur’an, susunan bahasanya, dan misi yang diemban.
B. Saran
1. Sudah seharusnya manusia berpegang teguh pada Al-Qur’an,
2. Sebaiknya manusia mempraktekan dan mengamalkan ajaran-ajaran yang ada dalam Al-Qur’an,
3. Sebaiknya manusia bersikap dan berperilaku yang berpedoman pada Al-Qur’an.
2008-2009

DAFTAR PUSTAKA

1. Ibrahim T, Drs, H. Darsono, Drs (2004) Membangun Akidah dan Akhlak.
Tiga Serangkai. Solo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar